<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216</id><updated>2012-02-14T11:00:40.588-08:00</updated><title type='text'>Think &amp; Share</title><subtitle type='html'>We have many ideas. It can be small or big ones, and about many things ranging from our selves, daily lives, and universe. However, sometime, we forget to share those original, sudden, and important ideas. This is our natural habit.
Our naturalhabit.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-893666499302896638</id><published>2011-09-21T07:54:00.001-07:00</published><updated>2011-09-21T07:54:28.184-07:00</updated><title type='text'>How To Make Mato</title><content type='html'>Membuat mato relatif mudah. Seperti bermain kertas, gunting dan lem. Bahan-bahan yang diperlukan adalah: kertas coklat seperti kertas bungkus semen, kertas putih less than 60 grams dengan ketebalannya mungkin seperti kertas minyak, gunting, lem kertas, dan lingkaran mato dari kayu (seperti triplek yang dibentuk melingkar) atau dari plastik seperti loyang untuk membuat kue. Diameter mato bervariasi dapat dilihat diberbagai sumber (subject to be updated). Kertas putih diberi pola melingkar (bulatan sebagai center of target). Pembuatan mato biasanya dilakukan bersamaan dengan shoji (bersih-bersih dojo) dan biasanya rangkaian acara ini disebut shoji matohari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, gunting kertas coklat sampai berbentuk lingkaran sesuai diameter mato dan dilebihkan 5 cm sebagai perforasi. Gunting perforasi sedemikian rupa ke arah center sehingga seluruh perforasi menjadi berumbai-rumbai dengan ukuran rumbai kurang lebih 2-3 cm. Lalu gunting kertas putih menjadi persedi empat (bujur sangkar) sesuai diameter mato. Untuk saat ini dengan kemajuan teknologi kertas putih dan polanya bisa diprint dengan komputer. Bersihkan kayu atau plastik lingkaran mato dari kertas-kertas sebelumnya. Kertas coklat ditempel terlebih dulu. Untuk itu kertas coklat digelar dilantai dan diolesi lem kertas salah satu permukaannya secara menyeluruh kemudian tempelkan lingkaran mato sedemikian rupa sehingga tepat ditengah (seimbang). Kemudian tempelkan rumbai-rumbai sedemikian rupa sehingga kertas menjadi seperti rebana. Kemudian gelar kertas putih dilantai dan olesi dengan lem secara merata, lalu tempelkan "rebana" tadi keatas kertas putih tersebut sedemikian rupa sehingga pas di tengah. Lalu balik rebana dan buka salah satu sisi kertas putih (jangan sampai copot semua) sebelum lemnya mengering lalu pelan-pelan dari tengah tempelkan kembali sehingga tidak lecek/kisut sedemikian rupa sehingga menjadi "rebana" berwarna putih dengan pola melingkar. Jadilah mato siap dijemur atau dikeringkan dan siap untuk dipasang di pasir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-893666499302896638?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/893666499302896638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=893666499302896638' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/893666499302896638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/893666499302896638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2011/09/how-to-make-mato.html' title='How To Make Mato'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1804047509719082562</id><published>2011-08-23T14:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-23T06:41:39.786-07:00</updated><title type='text'>Nakajikake</title><content type='html'>Nakajikake adalah lilitan pelindung senar sepanjang 8 cm pada bagian tengah dari suru (senar). Jika diukur tepat dari titik tengah senar, bagian atas 3 cm dan bagian bawah 5 cm. Lilitan ini dibuat sendiri oleh kyudoka karena secara default tidak ada lilitan semacam ini pada suru baru (baru dibeli). Fungsi nakajikake pada dasarnya ada dua. Pertama untuk melindungi senar dari gesekan dengan guratan jempol pada yugage ketika ditarik. Kedua untuk meletakkan bagian belakang ya (anak panah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lilitan terbuat dari bahan yang sejenis dengan suru tetapi helaiannya lebih lebar dan lebih raw (kasar) dan lebih pendek (sekitar satu kilan atau rentang jari atau 15-20 cm). Harganya sekitar 400 yen. Untuk melilitkan nakajikake ini diperlukan lem kayu (sejenis fox), gunting, serta doho (dua bilah balok kayu kecil segi empat untuk mengeratkan dan mengencangkan lilitan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan nakajikake dilakukan di dalam dojo. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. Pertama suru dipasang pada yumi seperti biasa. Kemudian cari tempat di rak yumi yang kosong (tidak berlabel nama) dan tidak mengganggu orang yang sedang berlatih. Kemudian sandarkan yumi pada rak dengan bagian motohazu (ujung bawah ditahan dengan kedua lutut). Untuk ini posisi kyudoka adalah duduk jongkok bersandar pada lutut. Lalu lepaskan nakajikake lama menggunakan gunting secara perlahan jangan sampai menggores helai suru. Setelah itu bila perlu gosok-gosok suru dengan kain kecil (namanya lupa) sampai serat-serat yang serabutan menjadi rapi. Kemudian pilin-pilin nakajikake baru (yang masih pipih) sehingga menjadi benang. Kemudian potong ujungnya agar rapi (seperti poni rambut). Lalu balutkan lem pada suru dimulai dari 3 cm bagian atas. Kemudian lilitkan nakajikake pada suru searah jarum jam (kebalikan dari rotasi bumi) dimulai dari bagian atas (3 cm) mulai dari bawah kanan, lalu ke arah dada kita, lalu ke atas kiri, lalu keluar dada kita, lalu mendatar kembali ke kanan, lalu kearah dada kita kebawah, lalu terus berputar ke bawah. Jadi keseluruhan, simpul awal adalah sepert lambang pita pada new brand atau dasi di leher jika dilihat dari depan. Kemudian pilin-pilin (mampatkan) lilitan tersebut menggunakan doho dengan cara memukul-mukul dan sekaligus memilin dengan ketentuan pilinan searah jarum jam saat diujung simpul atas, dan kebalikan jarum jam saat memilin ke bawah. Pemilinan menggunakan doho ini dilakukan sampai lem benar melekat dan sampai nakajikake menyatu dengan suru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lilitan kedua dilakukan dengan cara yang sama sampai 8 cm area tertutupi oleh nakajikake.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1804047509719082562?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1804047509719082562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1804047509719082562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1804047509719082562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1804047509719082562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2011/08/nakajikake.html' title='Nakajikake'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1763043044177311039</id><published>2011-08-19T12:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T14:07:12.546-07:00</updated><title type='text'>Kyudo Milestone For Beginner</title><content type='html'>Sebagai ryugakusei, saya perlu mereview dan sharing perjalanan berlatih kyudo yang sudah lewat agar tak terlupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali mendaftar kyudo pertengahan Desember 2010, dilakukan pengadministrasian anggota club (Dojo) oleh nikaisei dimana ketua dojo dipegang oleh sankaisei saat itu, Kaneishi-san. Mungkin mereka telah berdiskusi secara internal apakah bisa menerima ryugakusei atau tidak, yang jelas keputusannya kami diterima. Setelah acara administrasi selesai, beberapa hari kemudian kami diperkenalkan kepada kyudoka yang lain melalui acara jikoshoka. Setelah itu kami diberitahu AD dan ART nya club, etiket, aturan-aturan tertulis maupun yag tidak tertulis, mailing list senpai dan rekan seangkatan, buku-buku bacaan, tata cara latihan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali latihan kami diwajibkan menghubungi (sms, email, atau telepon) kyudoka yang tingkatannya lebih tinggi agar mereka sudi mengajari kami. Dalam hal ini yang sering kami hubungi adalah nikkaisei. Aturannya adalah setiap kami mengirim request, senpai harus menjawab apakah sanggup melatih atau tidak. Kalau tidak sanggup maka kami segera menghubungi senpai yang lain. Oleh karena itu jadual latihan senpai harus ada di tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum latihan untuk pemula dimulai dari simpai, taihai, kemudian tosyu, gomukyu, makiwara, dan mato, barulah seseorang diperkenankan memakai baju kyudoka, dan saat itu dia berada di tingkat dasar. Untuk menuju tingkat 2 (dan 2), 3 (dan 3), sampai dan 10, ada tahapan tesnya. Tahapan tes ini hanya bisa dilakukan di Jepang atau negara-negara yang sudah punya federasi kyudo (umumnya negara Eropa atau Amerika). Menurut buku/majalah/buletin yang sudah sempat saya baca, orang bule paling banyak belajar kyudo. Tingkat dan tertinggi untuk foreign kyudoka kalo tidak salah masih di bawah Dan 8. Dan 9 dan Dan 10 jumlahnya sedikit sekali dan kalo tidak salah masih orang asli Jepang yang bisa mencapai tingkat ini. Catatan:  informasi ini perlu diupdate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taihai adalah gerakan-gerakan dasar, seperti seiza dan kiza. Gerakan taihai akan sangat banyak digunakan selama berada di dojo. Latihan taihai ini kami lewati selama musim dingin, jadi sangat dingin dan bener-bener perlu tekad bulat lat lat. Setelah taihai kira-kira 2 bulan dilanjutkan dengan latihan tosyu (gerakan sahohasetsu - 8 gerakan memanah) tanpa gomukyu/yumi selama kurang lebih 2 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan tsubiki yaitu gerakan memegang yumi selama kurang lebih 2 bulan (termasuk cara memasang suru pada yumi). Latihan dilakukan baik di dalam maupun di halaman dojo. Selama latihan ini perlu juga membaca buku-buku manual kyudo sebagai pemantapan teroritis gerakan-kerakan dan prinsip-prinsip yang mendasari gerakan-gerakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 6 bulan ini setiap nambah gerakan, gerakan sebelumnya juga diulang. Kira-kira semua sankaisei yang saya tahu pernah melatih. Dari sini saya belajar satu hal penting yaitu sistem asistensi dan saling mengoreksi. Tidak ada guru yang benar-benar guru, guru kita adalah senpai kita dan nanti kita harus bertanggung jawab mengajari adik kelas juga sampai tahap yang kita bisa. Sehingga dengan sistem ini hampir bisa dikatakan kamampuan kyudoka yang satu level adalah sama. Perbedaaan ada sedikit disana-sini terkait dengan style individu, tapi secara umum kemempuan mereka merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 5 bulan tibalah saatnya test untuk tahap melepas panah, Makiwara. Saya melakukan 2 kali test, yang pertama fail dan sukses pada trial ke-2 pada tanggal 11 Juni. Setelah lulus test ini saya diperkenankan melepas anak panah dengan sasaran makiwara. Makiwara dilakukan di luar atau di dalam dojo bergantung pada kondisi cuaca, sebab makiwara terbuat dari rumput alang-alang kering atau batang padi kering sehingga harus terhindar dari hujan. Jarak antara posisi menembak dengan makiwara adalah serentang yumi. Posisi persiapan dan posisi menembak berjarak kira-kira 3 langkah. Tujuan latihan makiwara ini adalah membiasakan diri dengan melepas anak panah dan sarung tangan (kake), dan penopang makiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan makiwara dimulai dari kontak ke senpai yang akan mengajari, kemudian datang ke dojo 30 menit sebelum jam latihan yang disepakati. Lakukan persiapan mulai dari gomukyu, sarung tangan tsubiki (glove), saring tangan kake, ya (busur) khusus makiwara, pasang suru pada yumi, cek suru jika terlalu menempel pada yumi maka tali ujung perlu disesuaikan, cek 15 cm jarak nigiri dengan bagian tangah suru, siapkan makiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan makiwara perlu perhatian khusus, karena makiwara perlu diangkan oleh minimal 2 orang. Idealnya 4 orang, 2 di dalam 2 diluar. Untuk mengeluarkan makiwara dan memasangnya pada penopang makiwara harus menunggu orang yang siap menolong. Biasanya mereka ini adalah siapapun yang sedang altihan menembak mato. Sehingga perlu menunggu sampai mereka selesai menembak mato (sekitar 4 ya) kemudian mereka mengambil mato dan saat memasuki target mereka akan di kode oleh satu diantara orang yang ada dalam dojo dengan "onegaishimasu" kemudian mereka akan menepuk tangan dan di kode lagi oleh semua yang ada dalam dojo dengan "ONEGAISHIMASU!!". Saat inilah kode mengeluarkan makiwara di teriakkan "Makiwara ichidai soto ni dasimasu". Bila dalam dojo gak ada orang maka orang di halaman dojo yang mungkin sedang istirahat diberi kode itu. Kemudian 2 orang dari yang ada di dalam atau di luar dojo akan otomatis mengangkat makiwara dan menyerahkan ke dua orang yang lain di pintu keluar dojo dengan kode "wakarimasu" untuk yang menerima dan "onegaishimasu" untuk yang menyerahkan makiwara. Kemudian makiwara akan diletakkan di penopang makiwara. Papan pengaman makiwara akan dipasang di belakang makiwara. Lalu si yang akan latihan makiwara akan berdiri didepan makiwara untuk mengukur ketinggian makiwara apakah sudah pas atau belum. Setelah itu sinpai, dan bilang "onegaishimasu" kepada yang akan melatih, kemudian tunggu instruksi pelatih apakah perlu tosyu dulu, gomukyu dulu, atau tsubiki dulu, atau langsung makiwara. Dalam hal langsung makiwara maka kami harus memakai yugake (sarung tangan) mengambil ya dan yumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama latihan makiwara, untuk memberitahu penembak untuk menghindari resiko, orang-orang yang berlalu lalang terlalu dekat dengan makiwara harus memberikan kode "Hairimasu". Misalnya mereka yang akan membuang sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah latihan makiwara selesai, makiwara perlu dimasukkan. Tata cara atau timing nya sama dengan saat mengeluarkan makiwara, bedanya pada kode yaitu "Makiwara ichidai kata zukemasu". Dua orang di luar akan mengangkat dengan kode "se-no" dan membawa makiwara ke pintu masuk dan dua orang akan menerimanya di pintu masuk dengan kode "wakarimasu" dan "onegaishimasu". Makiwara akan diletakkan di tempat semula. Sementara itu penopang makiwara dan papan pengaman diletakkan ketempat semula juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses memasukkan dan mengeluarkan makiwara ini biasanya ikkaisei dan yang lain otomatis akan membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah latihan makiwara ini selesai kami harus mencatat berapa anak panah yang sudah dilepaskan ke makiwara. Jumlah ini akan diakumulasikan sampai mencapai 300 (sanbyakupon) agar bisa tes untuk menembak ke sasaran yang sesungguhnya yaitu mato. Setiap latihan makiwara selama 1,5 jam, 5-10 tembakan bisa dilepaskan tergantung situasi dan kondisi.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1763043044177311039?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1763043044177311039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1763043044177311039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1763043044177311039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1763043044177311039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2011/08/kyudo-mile-stone-for-beginner.html' title='Kyudo Milestone For Beginner'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-5246849295903528142</id><published>2011-05-02T08:24:00.001-07:00</published><updated>2011-07-05T22:01:11.410-07:00</updated><title type='text'>Kyudo: From-inside view and learning by doing.</title><content type='html'>Training In The Dojo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daitai Renshu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daitai renshu adalah latihan bersama dan meliputi seluruh rangkaian acara latihan dan etiket dalam dojo. Bagi orang non-Japanese, ini pengalaman untuk tahu bagaimana budaya organisasi dibangun di Jepang mulai dari level sekecil ini dan dengan para pemuda seumur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dojo dapat digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbentuk persegi empat. Katakanlah Utara, timur, selatan, dan barat untuk memudahkan penggambaran. Ukurannya dari selatan-utara 37 meter (28 meter adalah jarak mato (sasaran) ke penembak). Timur-barat 15-20 meter.&lt;br /&gt;Dibagian utara adalah tempat mato atau target. Bagian selatan adalah ruangan dojo.&lt;br /&gt;bagian timur adalah tempat penonton. dan bagian barat adalah tempat lalu-lalang panitia/juri yang bertugas mengambil ya anak panah, dan penghitung score.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang 30 menit sebelum shido dimulai. Lalu semua orang memberi salam konnichiwa di luar dan di dalam dojo, menaruh gomukyu, menyiapkan suru-yumi, dan sarung tangan. Setiap ikkaisei melihat jadwal grup kecil yang sudah diatur oleh nikaisei. Jadwal ditulis dan ditempel di papan tulis. Berisi grup nama2 ikkaisei, nikkaisei, dan sankaisei. Jadi setiap orang tahu siapa yang ngajar hari ini.&lt;br /&gt;Kumpul dalam dojo berbaris rapi. Sepeda diatur biar rapi, terus ketua nikkaisei laporan pada ketua sankaisei yg sekaligus ketua kyudo bhw daitai renshu siap dimulai. Lalu semua kyudoka masuk ke dojo dengan dikawal oleh satu orang yg bertugas menutup pintu dojo setelah semua kyudoka masuk, jadi dia yg terkahir masuk dojo. Peletakan spatu/sandal harus rapi.&lt;br /&gt;Dalam ruang dojo, sebelah barat adalah kamar ganti, loker dan perpus. Sebelah selatan adalah papan tulis, saft untuk naruh yumi, dan shaft untuk naruh sarung tangan kyudo. Sebelah timur adalah logo2, piala2, dan kami (dewanya orang jepang). Semua kyudoka ada di posisi barat mengahadap ke timur, kecuali pemanah di posisi selatan menghadap ke utara/mato, dan ketua dojo di posisi timur menghadap ke barat.&lt;br /&gt;Setelah silent beberapa saat kepala sankaisei sekaligus ketua dojo (oda-san) membuka daitai renshu dengan menghormat ke dewanya (kalo kita mungkin berdoa) kemudian memberi pengumuman. Lalu memanggil kelompoknya (grup kecilnya, diikuti oleh pemanggilan grup2 kecil yg lain oleh ketua grupnya masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam grup kecil ini ada sekitar 6 orang, 2 orang dari masing2 angkatan, dan ketua grup kecil adalah nikaisei. Rapat grup kecil dibuka dengan berdiri melingkar dengan posisi shizentai, kemudian semua menghormat ke pusat lingakaran (yu), kemudian ketua grup kecil  menerangkan apa yang harus dilakukan hari ini. Dia juga menunjuk pengajar untuk masing2 nikkaisei. Setelah itu dia menawarkan tanya jawab. Setelah itu rapat awal ini ditutup dengan yu lagi dan melangkah kebelakang 1 step kecil dimulai dari kaki kanan. Rapat kecil selesai dan, bergantung pada cuaca, ketua dojo memberi perintah semua orang:&lt;br /&gt;1. Kerja bhakti membersihkan halaman, menyiapkan mato, ruangan (cewek nyapu, ngepel), ngeluarin makiwara (glundhungan alang2), sampai ketua dojo bilang "Shigo!" lalu semua kerja bhakti selesai dan semua cuci tangan. (kencing); dan/atau langsung&lt;br /&gt;2. berbaris rapi shizentai dengan jarak 1 lengan menghadap ke arah timur dimana ketua dojo menghadap ke arah barat, dan daitai renshu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dojo memberi hormat pada dewanya, dan memberi aba2:"(Gak jelas apa, tapi kedengerannya seperti) Sezon,.. shinpai!" / berdoa diikuti semua orang. Lalu dia bilang "kiza!", dan semua orang melakuka kiza. Kemudian dia teriak "renshu wo hajimemasu!", kemudian rei kiza dan diikuti semua orang, kemudian ketua dojo teriak "Onegaishimasu!", lalu semua reply "Onegaishimasu!". Kemudian ketua dojo bilang "sore de owarimasu" dan berdiri, diikuti semua orang. Daitai renshu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dojo kasih aba-aba "Junbi taisho", lalu semua melakukan pemanasan, ichi, ni, san, shi, go, roku, sichi, hachi, leher, lengan, punggung, pinggang, paha, kaki, duduk, jari tangan, jempol, telapak tangan, melebarkan tulang punggung, tarik napas. (detail lihat buku).&lt;br /&gt;Kemudian, ketua dojo memberi instruksi kegiatan selanjutnya. Yang akan bergantung pada cuaca. Biasanya group shooting dulu oleh nikkaise dan sankaisei dimana ikkaisei berdiri shizentai de arah timur mengahadap ke barat (di tempat penonton). Ketua dojo akan berkata yang artinya "sekarang  latihan tingkat 2 menembak sasaran dulu". Kemudianikkaisei dan nikkaisei serta yang tidak menembak berdiri di belakang barisan penembak pertama yang sedang melakukan pasang sarung tangan. Lalu saat mereka berdiri, barisan melakukan kiza. Para pemanah tadi melakukan persiapan termasuk ambil yumi dan ya, peregangan kecil-kecilan, setiap mereka mondar-mandir di depan yang kiz mereka akan bilang "Shitsureishimasu.." alias permisi. Kemudian para pemanah baris (bisa 3 orang - menembak mato (2,3) dan (4), 4 orang - menembak mato (2,3) dan (4,5), 5 orang - menembak mato (1,2,3) dan (4,5), atau 6 orang - menembak mato (1,2,3) dan (4,5,6) dalam satu group sekali jalan) - dalam kurung menunjukkan cara penyekoran pada papan skor. Untuk 3 orang penembak kedua papan skor (kanan dan kiri) dipakai untuk menyekor ketiganya. Kemudian, setelah penembak baris siap menembak (posisi toryuminoshise, penembak paling kanan akan bilang "Shitsureishimasu" sebagai aba-aba maju selangkah (kanan dulu) 10 cm, lalu ketua dojo yang berdiri timur (menghadap ke barat ke arah barisan pemanah) akan bilang "Hajime!!". Lalu pemanah paling kiri (grup 2 - jika lebih dari 3 orang) akan membungkuk yu lalu malakukan salah satu dari gerakan berikut: (1) membungkuk  dalam, kemudian tegak sambil teriak "Saigo!!" dan diikuti anggota grup 2 (pemisahan di tengah) dengan "Saigoo!!", atau (2) condong ke belakang alian ndegeg, kemudian ayun badan kedepan sambil teriak "Iko!!!" yang akan diikuti oleh semua anggota grup 1 "Hoo!!!". Kemudian grup 2 yu dan saat tegak segera dilanjutkan dengan langkah ke depan (kaki kiri dulu) 3 langkah, saat kaki kiri (langkah ke-3) menyentuh lantai, badan diputar ke arah timur dan kaki kanan melakukan Ashibumi. Saat grup 2 melakukan yu, orang paling kanan di grup 1 (tengah dalam barisan) melakukan 1 dari 2 alternatif bungkukan diatas, dan grup 1 pun melangkah 3 langkah ke depan sampai posisi ashibumi. Semua pemanah sekarang sudah berbaris siap memanah. Mereka melakukan step-step memanah (shahohassetsu) yaitu ashibumi (sudah), douzukuri, yugamae, uchiokoshi, hikiwake, kai, hanare, zanshin. Saat mereka melakukan monomi irete pada douzukuri, ikkaisei dan nikkaisei yang duduk seiza di belakanag tadi berdiri dan keluar dan berbaris di sisi timur di tempat penonton (bagi yang ada kerjaan) untuk menonton. Bagi yang ada kerjaan akan membantu apakah, pegang kamera/video, papan skor, atau (keluar dan menuju ruang papan skor) untuk menyekor dan nantinya mengambil ya setelah satu putaran menembak selesai. Ketua dojo akan berdiri di tengah di belakang para pemanah menghadap mato dan bertindak sebagai manager dari prosesi ini. Bagi yang datang telat akan melapor ke manager ini. Selama group shooting berlangsung, berurutan akan dipanggil ikkaisei untuk diajari macam2 hal, mulai dari scoring, camera, dan mengambil ya dari mato dan membalik papan score. (Tingkat 1 melihat tk 2 menembak grup. sambil diajari macem2 tugas Kamera, pencatat score di buku, penjaga/asisten penembak grup, pencatat skor di papan tulis, penjaga/asisten line, penanda skor maru/batsu di kanan-kiri mato.&lt;br /&gt;selesai,...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kumpul lagi dalam dojo,&lt;br /&gt;pemanggilan  grup2 kecil oleh ketua grup kecil&lt;br /&gt;ikkaisei latihan 1 jam.&lt;br /&gt;selesai,&lt;br /&gt;grup kecil kumpul, tanya jawab.&lt;br /&gt;ditutup oleh ketua grup kecil. "Otsukare samadeshita" kalo ada yang lagi otsukare, yg lain diem. Terus lanjut dengan diawali, "shitsureishimashita/maaf".&lt;br /&gt;kembali baris grup besar.&lt;br /&gt;Kiza,&lt;br /&gt;Kalo ada Kyudoka baru, perkenalan "jikoshooka" tanya jawab.&lt;br /&gt;ditutup oleh ketua dojo. "Otsukare samadeshita".&lt;br /&gt;Terus nikkaisei-ikkaisei kumpul melingkar dipimpin ketua nikkaisei, membahas banyak hal, ttg latihan saran, teguran, pengumuman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sementara sankaisei lanjut latihan memanah.&lt;br /&gt;Selesai, yang mau pulang boleh, shitsurei shimasu. Tapi hormat dulu ama kami/berdoa kalo kita, absensi kegiatan, lepas suru dari yumi, mbalikin sarung tangan, bawa gomukyu. terus "shitsureishimasu di dalam dojo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(latihan kyudho tadi, tanggal 18 Mei 2011 "TANPA MENEMBAK GRUP" cuma LATIHAN IKKAISEI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang 30 menit before start. salam konnichiwa. parkir sepeda. masuk dojo, salam konnichiwa. taruh tas, siapkan gomukyu, sarung tangan, dan rentangkan yumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar nunggu berbaris shizentai. Ada aba2 mulai dari oda-san. laki2 nyiapin mato (6 buah: : oomae, niteki, santeki, yonteki, ookimae, ooki : dihitung dari timur ke barat); including ngangkat mato bekas, bersihin mato bekas pake sikat, menerima mato baru dari petugas yang jaga di gudang/skore board sebelah barat, ambil selang (dari gudang sebelah timur) dan nyiramin pasir, nyapuin pasir agar landai, narik benang dari gudang barat ke gudang timur 2 jengkal dari muka tanah untuk pasang mato 6 buah (lihat pasak akai/pasak merah), "onegaishimasu!", ngukur mato (lead by nishimura-san). "Yon teki agete/sagete kudasai (atas/bawah-in dikit), geser kanan/kiri, berdirikan/tidurkan)." Perempuan nyiapin ruangan dojo: nyapu/ngepel, nyiapin makiwara). Setalah semua selesai dan masih ada waktu, kami semua nyabutin rumput. Sampai ada aba2 dari oda-san "Seresh!!". Kemudian semua cuci tangan, masuk dojo, baris hadap timur, dan shinpai. (selama melakukan kerja bakti masang mato dan lain-lain sampai cuci tangan ada orang yang bertugas mengontrol (mandor) biasanya sankaisei - Arai-san. Dia akan mengontrol semua sampai semua prang masuk dojo, dan dia yang terakhir nutup pintu). Terus seiza, 1 menit diem, terus Oda-san bilang "renshu o hajimemasu. Rei !".  semua rei, lalu oda-san bilang "onegaishimasu!" diikuti semua "onegaishimasu!".  Terus oda-san kasih aba-aba "sore de owarimasu". semua berdiri dari seiza. Terus oda-san kasih tahu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ikkaisei latihan dulu sampai jam sekian. Hormat yu, diikuti semua hormat yu.&lt;br /&gt;2.  (Atau bisa juga oda-san bilang MENEMBAK GRUP DULU baru IKKAISEI latihan. Untuk ini lihat QUOTE tahap ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LANJUTAN QUOTE:&lt;br /&gt;Kemudian ketua grup kecil (seorang nikkaisei) memanggil anggota grup, 2 ikkaisei, 2 nikkaisei, 2 sankaisei (total 6 orang).". "ippan/ni han/samban/yonhan/gohan/roppan no kata kumpul kudasai!", "hai!". kumpul melingkar, beri hormat yu. Kemudian ketua grup kecil kasih tau "apakah ada yang mau disampaikan?" kalo tidak ada dia membagi murid-guru, siapa diajar siapa, setelah itu "silahkan dimulai", diikuti hormat yu, semua hormat yu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;QUOTE:&lt;br /&gt;di hari lainnya mungkin ada MENEMBAK GRUP, "igo!!" "Hoo!!", "Saigo!!" "Saigo!!". Pada ini disambung dengan pemanasan. jari tangan, telapak tangan, serong ke timur laut, rentang tangan depan, rentang tangan belakang (posisi seiza). Lalu berdiri, pemanasan, kepala, leher, bahu, dada, punggung, pinggang, paha, kaki, ambil napas. Semua hitungan memakai "ich ni san shi.... go rok shich hach..."  "ich ni san shi.... go rok shich hach..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu oda-san kasih tahu lagi MENEMBAK GRUP dulu baru LATIHAN IKKAISEI, lalu semua keluar, kecuali penembak grup, tukang kamera, pencatat skor di buku, assisten penembak grup, pencatat skor di papan tulis, dan penjaga batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikkaisei dan penembak grup yang belum dapat giliran nonton MENEMBAK GRUP di sebelah timur, kalo hujan bawa payung. Apabila ada ya yang on target semua bilang "hosh!!!". Jika ada maru satu baris horizontal (group on target)/ vertikal (a shooter on target all) semua tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain masuk ke ruang update skor (gudang kanan-kiri) untuk update skor dan mengambil ya apabila satu putaran menembak grup sudah selesai. Mereka initidak lupa bilang hairimashu saat masuk untuk mengambil ya. Dan mereka ini juga membantu menghitung ya apabila disuruh oleh pencatat skor di papan tulis karena mungkin saja 1 or lebih dari 4 ya tidak jelas apakah dia on target atau off target. Contoh: Setelah semua pemanah selesai memanah, petugas papan tulis teriak "Onegaishimasu!!", lalu petugas papan skor "masuk ke tempat target dengan teriak "Hae/hairimasu!!", terus petugas papan tulis teriak, "Niteki gakunin onegaishimasu!!" (mato ke dua tolong dicek / dihitung). Reply-nya "Niteki kai chu desu (semua ya on target)" atau "Niteki zannen desu (semua ya off target)" atau "Niteki icchu desu (1 ya on target), or ni chu desu (2 ya on target), or san chu desu (3 ya on target)". Setelah mengambil ya, mereka membersihkannya dan membawa kembali ke dalam dojo dan menaruh ya itu di tempat ya yang ada (ya-ya tidak perlu dipisah, dicampur aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua penembak grup melakukan tembakan, semua kembali ke dojo berbaris rapi dengan posisi semua ikkaisei dan nikkaisei (kecuali oda-san, dan ketua gruo kecil) berbaris di depan ruang ganti menghadap ke utara, oda-san menghadap selatan, semua penembak grup dan panitia dan sankaisei berkumpul di sebelah utara di depan papan tulis menghadap target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambung ke LANJUTAN QUOTE&lt;br /&gt;========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan dengan oda-san, tsubiki (latihan shahohassetsu dengan membawa yumi). setelah waktu selesai, balikin yumi, lepas sarung tangan, dan naruh gomukyu, dan semua kumpul digrup kecil masing-masing. " "ippan no kata kumpul kudasai!", "hai!". Lalu ketua grup kecil bilang "apa ada yang mau disampaikan?", "kalo gak ada maka latihan ikkaisei ini (ikkaisei no daitai renshu) selesai". kemudian ketua grup kecil rei dan bilang "otsukaresamadeshita!" diikuti semua anggota grup kecil "otsukaresadeshita!". tegak. hormat yu. dan satu langkah mundur, selesai. Saat kumpul ini mungkin grup kecil lain sedang "otsukaresamadeshita!" maka saat itu ketua grup kecil yang ain diam nunggu grup dimaksud menyelesaikan replay "otsukaresadeshita!". Ketua grup akan menyambung dengan mohon maaf "shitsureishimashita... ano.. bla... bla...bla.." sampai grup itu "otsukaresamadeshita!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian semua kumpul baris di ruang tengah dojo. Oda-san bilang "Shizentai!!". Semua shizentai. 1 menit diam. Kemudian oda-san bilang "hansejiko (pertanyaan? (kali))". Kalo ada yang lain akan ngacung dan ngomong. Oda-san bilang "Hokani" (ada lagi?, selanjutnya). Lalu, "renrakujiko"... dan seterusnya sama, "Hokani", dan seterusnya. Kalo masih ada yang lain akan ngacung. Sampai selesai. Kalo ada warga baru, maka oda-san bilang "ada jikoshoka (perkenalan)". Semua duduk serong ke arah timur laut. Dan murid baru maju meperkenalkan diri. kemudian oda-san memimpin tanya jawab. setelah semua selesai. semua orang menghadap kembali ke oda-san. Lalu oda-san bilang "daitai renshu o owarimasu, rei!!". semua rei. Oda-san bilang "otsukaresamadeshita!!". lainnya reply "otsukaresamadeshita!!". Semua berdiri dari seiza, dan hormat yu lalu mundur selangkah. Daitai renshu hari ini resmi selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketua nikkaisei nishimura-san bilang "siapa yang mau pasang mato?", yang lain reply "hai, hai" dan wakil ketua nikkaisei sakaki-san bilang "siapa yang mau angkat makiwara?", yang lain reply "hai, hai". Lalu semua lakukan tugasnya. Pengangkat mato, mengangkat 6 mato danmenggantinya dengan 8 mato (buat latihan sankaisei selanjutnya). Lalu semua ikkaisei dan nikkaisei kumpul di depan dojo. Dapat arahan dari ketua nikkaisei, nishimura-san. Dimulai dengan nishimura-san bilang "shigoo!!". reply "hai!!". Nishimura-san bilang ada pertanyaan "Hansejiko" kalo ada yang mau disampaikan, yang bersangkutan akan ngacung, diulangi sampai gak ada lagi. Kemudian Nishimura-san, "Nai yo ni, jibun kara desuga, bla bla bla...". Kemudian, "Renrakujiko" kalo ada yang bersangkutan akan ngacung. , diulangi sampai gak ada lagi. Kemudian Nishimura-san, "Nai yo ni, jibun kara desuga, bla bla bla...". Lalu Nishimura-san bilang "okani!!" kalo ada, yang bersangkutan akan ngacung. Kalo gak ada nishimura-san bilang "nai toki (saigo ni) jibun kara desu ga.. bla bla bla..." (kalo gak (yang terakhir) ada dari saya.. dst... dst... dst...). Lalu terakhir, "Nani mono wo (arimasuka?)". Kalo masih ada yang mau disampaikan, yang bersangkutan akan ngacung, kalo gak ada Nishimura-san bilang "sore de owarimasu", rei "otsukaresamadeshita!!" yang lain reply, rei "otsukaresamadeshita!!". tegak, hormat yu, mundur satu langkah. latihan selesai. boleh pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang, nyatat agenda, lepas suru dari yumi, balikin sarung tangan ke dalam ruang ganti, bawa gomukyu. Lalu ambil barang/tas dan salam ke dalam dojo "shitsureishimasu!!", dan keluar, rapiin sandal, ambil sepeda, pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih-bersih dojo (Shoji).&lt;br /&gt;Tanpa shinpai. Menata pasir, menata rumput, membuat mato, membersihkan lantai (nyapu ngepel).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-5246849295903528142?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/5246849295903528142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=5246849295903528142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5246849295903528142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5246849295903528142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2011/05/kyudo-from-inside-look.html' title='Kyudo: From-inside view and learning by doing.'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-6352753860620929152</id><published>2011-02-03T05:44:00.001-08:00</published><updated>2011-02-03T17:29:49.521-08:00</updated><title type='text'>Ikebana in My Perspective</title><content type='html'>I have learned Ikebana first time as an extracurricular program in Yamaguchi University. This was first time for me to arrange flowers in a formal and serious manner. The first touch was very hard for me as I am not so familiar with flowers although I used to love it as I like gardening when I was a children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikebana that I've learned is free style one. However, it has some technical rules. First, always cut the flowers or branch, sometime we use branches, in the water and make sure to cut at a slant. Second, arrange the lowest part of flowers in a line. Upper part have to arrange in a way to make "camouflage" - to cover unwanted lower parts. Leaves has to be arrange in "push-hand" position rather than "receive-hand" position. Third, only use 4 kinds of flowers - minimalist. Forth, put a meaning on your arrangement for example, 2 old branches means grandfather and grandmother, 2 branches with leaves pictures a parents, 3 small flowers pictures a kids, and so on - it will depend on your imagination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After finishing my short course, I attend Ikebana once in a year expo. In this event, I learn many things about Ikebana. Ikebana is a philosophy of combining natural element to create beauty. As result, ones can utilize any flowers any plants available in their surroundings, any kind of vases, and any type of style - free your mind to pop your creativity out. Even dry leaves can be used. It has its own aura of natural beauty. Secondly, everyone - regardless their age, gender, and occupation, can explore their own creativity by doing Ikebana. The challenge is can ones notice the beauty of the nature and present it in a vase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikebana is the art of capturing the beauty of the nature and present it in a vase.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-6352753860620929152?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/6352753860620929152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=6352753860620929152' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6352753860620929152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6352753860620929152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2011/02/ikebana-in-my-perspective.html' title='Ikebana in My Perspective'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-6027425047243559228</id><published>2010-11-18T15:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T06:05:48.084-08:00</updated><title type='text'>HAIKU</title><content type='html'>Haiku is a Japanese poetry which consist of 3 sentences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can compose your own Haiku by following 2 rules.&lt;br /&gt;1. 5-7-5 Syllable pattern.The first sentence consists of 5 syllables.The second sentence consists of 7 syllables.The third sentence consists of 5 syllables.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Difference culture has difference system of counting syllable. As Haiku originated in Japan, the syllable is counted base on Japanese words. For example, TAMAGO would be 3 syllables which are TA, MA, and GO. However, since this class is especially for foreign students, we are allowed to write Haiku in English. Therefore, STRIKE is counted as 1 syllable instead of 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. You must include a seasonal word in 1 of 3 sentences. It is up to you to put it in which sentence. A seasonal word is a word that has a meaning of a particular season. For example snow, water, rain, frog, etc. There are a book of registered seasonal words that can be used in writing Haiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haiku does not need a title.This is an example of Japanese Haiku (Bashoo):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furu ike ya kawazu to bi ko mu mizu no o to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its English translation:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An old pond;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A frog leaps in ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Water plops.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its 1st sentence is Furu ike ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its 2nd sentence is kawazu to bi ko mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its 3rd sentence is mizu no o to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the trial session, We are divided in several groups. Each group consists of 3 persons. Each person composes 1 sentence, but he/she is prohibited to show his/her sentence to other member, as a result, after combining our sentence, we find that our Haiku is not connected and this is a part of Haiku, fun. Another aspect of Haiku is by combining 3 sentences you can create big world, your own world, and every body has their own interpretation after reading the same Haiku, your Haiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After that, every student is asked to compose a complete Haiku alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is our Haiku (as a group):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snowman stands alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many boys are playing outside.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We'll stay together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is another Haiku from another group which all of the member are British (this is very beautiful):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your snow of winter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A down pour was torrential.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dreams at night bizarre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And this is my own Haiku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sun rises fast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rainy day is very warm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The heaven's show-off.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You probably ask, what is the meaning of those Haiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well,.... Miyasaki Sensei said that everybody is free to interprete those Haiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's why you can have your own interpretations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try Haiku.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-6027425047243559228?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/6027425047243559228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=6027425047243559228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6027425047243559228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6027425047243559228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/11/haiku.html' title='HAIKU'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-2374525323754598238</id><published>2010-05-24T08:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T08:13:29.625-07:00</updated><title type='text'>NUMBER SYSTEM</title><content type='html'>{Natural}U{Zero}={Whole}U{Negative of Natural}={Integer}U{Fraction,Decimal,Percent}={Rational}U{Irrational}={Real}U{Imaginary}={Complex}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-2374525323754598238?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/2374525323754598238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=2374525323754598238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2374525323754598238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2374525323754598238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/05/number-system.html' title='NUMBER SYSTEM'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-2968045972668420667</id><published>2010-05-02T23:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T23:28:49.017-07:00</updated><title type='text'>BECAK (a song)</title><content type='html'>Won't you come along with me &lt;br /&gt;All the city sites to see&lt;br /&gt;All the busy bustling lives&lt;br /&gt;Of the people of our town&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Call a becak, then, of course&lt;br /&gt;Carriage drawn without a horse&lt;br /&gt;Becak... becak...!!&lt;br /&gt;Oh... you please take me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Is that correct?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-2968045972668420667?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/2968045972668420667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=2968045972668420667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2968045972668420667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2968045972668420667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/05/becak-song.html' title='BECAK (a song)'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-3034504130520881202</id><published>2010-03-24T08:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T17:28:14.312-07:00</updated><title type='text'>Asking Mr. Internet</title><content type='html'>Unlike years ago, I frequently access the Internet to ask questions. Believe it or not, it helps me find answers to many things. More importantly, the answers usually come in minutes, or even seconds. Besides that, it provides me with a lot of sources, references, and information, although their validity is questionable. In other words, they need to be investigated further. However, I will give you a few examples of its benefit as follows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today, before I began writing this small article, I was looking for English sentences that are used in expressing "where" questions.  For example, let's say, I am in my classroom and then my friend,  Mr. A, comes into the classroom, and I ask him "Dari mana kamu?" Then, Mr. A says "Saya baru saja dari masjid". I would like to know how to deal with this kind of social conversation in English. This is something I cannot easily do since I am not a native English speaker - I do not know how to say "Dari mana kamu?" in English. Therefore, I open a search engine website and I type the key words "Dari mana kamu?" and links appear to assist me. My journey takes me to  websites that provide explanations. The websites explain that "Dari mana kamu?" means "Where have you been?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Furthermore, I sometimes try to find an answer by accessing another famous search engine website. Interestingly, in this website I do not type my key words but, instead, fill in the form-like page with what my question is since it provides a service that enables people to ask questions. Other people able to answer this question are on the same page within a few moments after the question is submitted by the questioner. Surprisingly, I got the answer within 12 minutes from a person that I did not know,  but now I still receive other answers from other people. On this website it was suggested that I say, "Where were you?" Then, the answer would be "I was at our mosque" or "Where have you been?" and the answer would be "I've been at our mosque".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To sum up, the Internet is helpful and we can rely on it although we must carefully investigate all information it provides.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-3034504130520881202?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/3034504130520881202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=3034504130520881202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3034504130520881202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3034504130520881202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/03/asking-mr-internet.html' title='Asking Mr. Internet'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-3655242983107276630</id><published>2010-03-24T08:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T08:11:05.937-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya kutemukan "Where have You been?"</title><content type='html'>Dicopy dari:&lt;br /&gt;http://74.125.153.132/search?q=cache:HSxKKEbNk6QJ:www.wisma-bahasa.or.id/buletin/juni_2007.htm+arti+%22where+have+you+been%3F%22&amp;amp;cd=7&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;gl=id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Percik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helen, murid dari Australia heran karena setiap kali bertemu dengan orang Indonesia yang sudah dia kenal sebelumnya selalu bertanya: “Anda dari mana?”&lt;br /&gt;Setiap kali itu juga Helen selalu menjawab bahwa dia dari Australia. Lalu orang-orang Indonesia tertawa.&lt;br /&gt;Ini aneh sekali karena mereka sudah tahu saya dari mana, pikir Helen.&lt;br /&gt;Helen akhirnya mengerti sesudah gurunya menjelaskan bahwa pertanyaan ‘Anda dari mana?’ punya dua arti yaitu: Where are you from dan Where have you been.&lt;br /&gt;Ketika pertama kali berkenalan dengan orang Indonesia tentu saja pertanyaan ‘Anda dari mana?’ maksudnya ‘Where are you from?’&lt;br /&gt;Sesudah kenal, orang Indonesia akan selalu bertanya ‘Anda dari mana?’ yang berarti ‘Where have you been?’ . Ini adalah salam (greeting) orang Indonesia secara informal.&lt;br /&gt;Jadi sesudah itu setiap kali Helen ditanya temannya ‘Anda dari mana’ Helen menjawab: ‘Dari rumah’ , ‘Dari pasar’, ‘Dari gym’ , ‘Dari sana’ dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-3655242983107276630?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/3655242983107276630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=3655242983107276630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3655242983107276630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3655242983107276630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/03/akhirnya-kutemukan-where-have-you-been.html' title='Akhirnya kutemukan &quot;Where have You been?&quot;'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-5062749064086736063</id><published>2010-02-09T17:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T17:09:48.015-08:00</updated><title type='text'>Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2010/02/06/121402/1294251/4/nilai-utang-pemerintah-capai-rp-158978-triliun</title><content type='html'>Sabtu, 06/02/2010 12:14 WIB&lt;br /&gt;Nilai Utang Pemerintah Capai Rp 1.589,78 Triliun&lt;br /&gt;Wahyu Daniel - detikFinance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Utang pemerintah pusat Indonesia sampai akhir 2009 tercatat sebesar US$ 169,13 miliar atau setara dengan Rp 1.589,78 triliun. Jumlah ini bertambah sekitar US$ 19,66 miliar dibanding jumlah utang RI 2008 yang sebesar US$ 149,47 miliar atau Rp 1.636,74 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dalam mata uang rupiah, nilai utang pemerintah mengalami penurunan dari Rp 1.636,74 triliun pada akhir 2008, menjadi Rp 1.589,78 triliun pada akhir 2009. Ini disebabkan nilai tukar yang menguat dari Rp 10.950/dolar AS di 2008, menjadi Rp 9.400/dolar AS di akhir 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 64,93 miliar dan surat berharga US$ 104,2 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 5.401 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 29%.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Oktober 2009 adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bilateral : US$ 41,18 miliar&lt;br /&gt;    * Multilateral: US$ 21,53 miliar&lt;br /&gt;    * Komersial : US$ 2,15 miliar&lt;br /&gt;    * Supplier : US$ 70 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jumlah utang Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2003: Rp 1.232,04 triliun (61%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2004: Rp 1.299,50 triliun (57%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2005: Rp 1.313,29 triliun (47%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)&lt;br /&gt;    * Tahun 2009: Rp 1.589,78 triliun (29%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dnl/dnl)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-5062749064086736063?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/5062749064086736063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=5062749064086736063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5062749064086736063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5062749064086736063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/02/sumber-httpwwwdetikfinancecomread201002.html' title='Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2010/02/06/121402/1294251/4/nilai-utang-pemerintah-capai-rp-158978-triliun'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-2124338964841080807</id><published>2010-01-19T18:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T18:39:58.313-08:00</updated><title type='text'>Partikel Cahaya</title><content type='html'>Ini renungan saya sewaktu melihat bintang yang gemerlapan di langit malam.&lt;br /&gt;Renungan itu saya kaitkan dengan pelajaran SMA dulu bahwa katanya cahaya adalah partikel juga yang berjalan menempuh jarak dan waktu tertentu sehingga dia punya kecepatan. v=s/t. Kalo gak salah standarnya 3 x 10pangkat8 meter per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi (tolong dibetulkan kalo salah) partikel cahaya yang dilepaskan oleh suatu bintang akan sampai ke retina mata kita setelah sekian waktu. Mengingat jauhnya, mungkin partikel cahaya yang kita terima itu bisa jadi partikel cahaya yang dilapaskan bintang dimaksud 1 detik yang lalu, 1 menit yang lalu, 1 jam yang lalu, atau 1 minggu yang lalu, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini juga berarti bahwa bisa saja suatu bintang sudah hancur (hilang) pada saat partikel cahayanya sampai kemata kita. Artinya kita melihat seolah-olah bintang itu ada tetapi saat itu dia sebenarnya sudah hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi saya jika kiamat alam semesta dimulai dari pinggir alam semesta (anggaplah kita di tengah-tengah alam semesta) berarti bisa jadi kita saat ini merasa fine-fine aja padahal bintang-bintang nun jauh di sana sudah pada hancur. Hanya partikel cahayanya yang baru sampai ke retina kita dan membuat kita seolah-olah fine-fine saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, Sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-2124338964841080807?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/2124338964841080807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=2124338964841080807' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2124338964841080807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2124338964841080807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2010/01/partikel-cahaya.html' title='Partikel Cahaya'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-970606894871616898</id><published>2009-12-09T20:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T20:32:46.290-08:00</updated><title type='text'>Cash Economy</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Buy coffee from a street vendor this morning? Pay the teenager down the block to mow your lawn? You may not realize it, but you probably participate in the shadow economy every single day. That’s the legal shadow economy—goods and services that aren’t illegal, but that go unreported to avoid labor laws and taxes. However, once these under-the-table transactions hit 30 percent of a country’s GDP, they begin to compete with the formal market, imperiling countries’ economic health. ..." &lt;br /&gt;sumber: http://www.foreignpolicy.com/users/login.php?story_id=4074&amp;URL=http://www.foreignpolicy.com/story/cms.php?story_id=4074&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho,... jadi kita beli-beli apa-apa selama ini gak sepenuhnya benar, toh... piye to iki jaman dulu barter tidak bagus diganti duit, sekarang belanja pake duit juga tidak bagus diganti sesuatu yang gampang di-trace guna membuat laporan... lalu apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus ini lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Real Cash Economy is an in-world economic system used in at least some MMORPGs. It allows a real money to be converted to ingame currency (via depositing or donating) and vice versa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RCE Games&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entropia Universe (Sweden) is the most notable example of an MMORPG game employing a Real Cash Economy. The ingame currency Project Entropia Dollars (PED) has a fixed exhange rate of 10 PED to 1 USD (1 PED = 100 PEC). Players can deposit various amounts of currencies in exchange for PED; from 1,000 PED withdrawal option is available. Currency of withdrawal depends on the country of the player (USD for US residents, EUR for citizens of most European countries).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, now it is time for major changes in this, because recently EU creator MindArk acquired Swedish banking institution MindBank for implementing so the called ATM "Cash Card", allowing more easy withdrawals and expanding concept of RCE even further. The other known game that uses the same concept is AfterWorld.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AfterWorld (Russia) largely uses the same ideas, but RCE here is oftenly referred to as RME (Real Market Economy). Also some moves toward implemention of the RCE concept recently were seen in WoW, starting from new options of enchancing the avatar's appearance. Real Cash Economy concept takes its roots from Korean Webzen company and first time became a commercial success in MindArk's Project Entropia game (now, though, it is officially called a gaming platform).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. http://www.mindark.com/partners/the-real-cash-economy/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. http://www.afterworld.ru/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. http://www.wired.com/gamelife/2009/07/warcraft/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This entry is from Wikipedia, the leading user-contributed encyclopedia. It may not have been reviewed by professional editors (see full disclaimer) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.answers.com/topic/real-cash-economy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum mudeng tenan...&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-970606894871616898?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/970606894871616898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=970606894871616898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/970606894871616898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/970606894871616898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/12/cash-economy.html' title='Cash Economy'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-3151796632216446075</id><published>2009-12-09T00:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T00:47:20.316-08:00</updated><title type='text'>Rincian Bahan Suatu Produk</title><content type='html'>Suatu saat saya lihat pemulung dan melewati pengolahan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal tentang pengolahan sampah adalah akan efisien apabila sudah melalui mekanisme penyortiran. Plastik dikumpulkan dengan plastik, kertas dikumpulkan dengan kertas, logam dikumpulkan dengan logam, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir apakah sebaiknya setiap produk dilengkapi dengan manual book yang secara khusus memuat deskripsi bahan dari komponen-komponen penyusunnya. Sehingga akan memudahkan bagi si pembuang sampah atau pengolahan sampah untuk melakukan penyortiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-3151796632216446075?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/3151796632216446075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=3151796632216446075' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3151796632216446075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3151796632216446075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/12/rincian-bahan-suatu-produk.html' title='Rincian Bahan Suatu Produk'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-5629455281715169850</id><published>2009-11-25T21:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T21:33:51.524-08:00</updated><title type='text'>Berat tidak berat</title><content type='html'>Ketika kita mengangkat 20 kg (1 karung berat) terasa otot dan sendi-sendi kita mengenali bahwa itu memang berat. Kemudian kita coba tambahkan 1 karung lagi untuk diangkat (40 kg) terasa makin berat. Apalagi 3,4,5 karung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat bangeeet...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berapakah berat badan kita ketika ditimbang? mungkin 40-80 kg secara rata-rata atau 2-4 karung beras. Dan cobalah untuk meloncat. Lho, kok bisa, ya... ? Otot-otot dan sendi kita mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana penjelasan untuk hal ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-5629455281715169850?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/5629455281715169850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=5629455281715169850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5629455281715169850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5629455281715169850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/11/berat-tidak-berat.html' title='Berat tidak berat'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-3188279326397862506</id><published>2009-09-08T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T20:18:19.003-07:00</updated><title type='text'>Ilmuwan Amatir</title><content type='html'>Pernah suatu saat saya mambaca artikel tentang perubahan iklim di bumi. Yang menarik adalah digunakannya data dari para "periset" amatir. Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang suka mencatat data-data tentang flora dan fauna yang ada di sekitar rumah mereka dalam suatu buku catatan atau diary dalam kurun waktu yang cukup lama (dari sejak kecil sampai tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya pernah mencatat tentang tanggal berbunganya suatu jenis tanaman tertentu yang darinya dapat diketahui bahwa ternyata es di kutub itu mencair lebih cepat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, saya rasa kebiasaan mencatat atau mendokumentasikan data tentang flora dan fauna di sekitar kita akan berguna untuk anak cucu. Apalagi mengingat flora, fauna, dan iklim di planet kita ini sedang mengalami degradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah saya mulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mencatat tentang pohon rambutan. akhir agustus/awal september 2009 sebagian besar tanaman rambutan sudah mulai berbunga. Biasanya itu pertanda dimulainya musim hujan. Padahal menurut suatu surat kabar, musim kemarau tahun 2009 diprediksi akan panjang bahkan sampai januari atau april 2010.&lt;br /&gt;Beberapa hari ini memang sempat turun hujan.&lt;br /&gt;Sabtu minggu sebelum Ramadhan 1430 H, cuaca sempat panas banget,.. sampai semut-semut keluar dari tanah, itu pertanda panas, dan akan turun hujan menurut sebagian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durian juga sebagian mulai berbunga dan "penthil", memang biasanya musim rambutan dan durian hampir berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan berguna dan menjadi awal yang baik. Tantangan selanjutnya adalah kontinuitas mencatat data.&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-3188279326397862506?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/3188279326397862506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=3188279326397862506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3188279326397862506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/3188279326397862506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/09/ilmuwan-amatir.html' title='Ilmuwan Amatir'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-8393132049018529391</id><published>2009-06-10T01:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T02:15:23.653-07:00</updated><title type='text'>Menebak Asal Muasal Kata (Part 1)</title><content type='html'>CMIIW, ya... Kali ini saya akan mencoba menggerayangi kata "Ngode". Kata ini lazim dipakai di wilayah Dialek Ngapak misal Kebumen atau Purwokerto. Kebetulan keluarga istri berasal dari wilayah ini. Sering kali saya dengar masyarakat di sana bilang "Ngode" yang berarti "(Sedang) Bekerja". Jadi misalnya mereka berkata "Aku lagi ngode" itu berarti "Saya sedang bekerja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dalam bahasa Inggeris bekerja dapat disebutkan dengan kata "On Duty" yang maksudnya "Sedang bertugas" atau "Sedang bekerja". Sedangkan "On Duty" dapat disingkat menjadi OD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pula dalam Bahasa Jawa untuk membuat kata kerja dari kata dasar huruf vokal - a, i, u, e, o, perlu ditambahkan awalan "Ng". Misalnya "Omong" menjadi "Ngomong", "Angguk" menjadi "Ngangguk". Jika "OD" dilafalkan dengan Bahasa Jawa akan menjadi "Ngode". Yang artinya "Sedang On Duty" atau "Sedang bekerja". Sehingga saat ini saya berhipotesis bahwa "Ngode" berasal dari kata Bahasa Inggeris "On Duty" yang disingkat "OD".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat masyarakat di Wilayah Ngapak sudah turun-temurun menggunakan kata "Ngode", maka hipotesis saya yang kedua adalah bahwa serapan kata "OD" dari Bahasa Inggeris ini muncul sejak jaman penjajahan Inggeris di Indonesia sekian ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya juga akan menggerayangi kata "Kongko-kongko" yang kurang lebih artinya "ngobrol bareng teman-teman", atau "bertemu teman-teman", atau "berkumpul dengan teman-teman". Apa yang dapat saya gerayangi adalah sebagai berikut. Pertama, istilah "kongko-kongko" ini muncul dalam masa moderen sekarang ini. Tidak muncul pada jaman dulu (CMIIW) sebagaimana "ngode" tadi. Kedua, bahwa di Bahasa Jawa "teman" disebut "konco" dan "teman-teman" disebut "konco-konco". Ketiga, sekarang mari kita perhatikan bahwa tulisan "Bank" dilafalkan sebagai "Bang". Keempat, dalam lingkungan Islam ada Ilmu Tajwid (Ilmu cara membaca Al Quran). Di dalam Ilmu Tajwid ditentukan bahwa nun mati (sepadan dengan n dalam huruf latin) jika bertemu huruf tertentu maka menghasilkan bunyi dengung. Misal "Minkum" akan dibaca sebagai "Mingkum" - khususnya dalam lidah Jawa. Dalam Bahasa Inggeris huruf K dan C terkadang dilafalkan K misalnya "Mic" dibaca sebagai "Mik". Oleh karena itu hipotesis asal kata "Kongko-kongko" menurut saya adalah berasal dari kata "Konco-konco" dimana huruf C dibaca sebagai K, dan N mati bertemu K dilafalkan sengau menjadi NG sehingga jadilah "Kongko-kongko".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-8393132049018529391?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/8393132049018529391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=8393132049018529391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/8393132049018529391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/8393132049018529391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/06/menggerayangi-asal-muasal-kata-part-1.html' title='Menebak Asal Muasal Kata (Part 1)'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-7591245495513750736</id><published>2009-02-18T01:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T01:09:15.968-08:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Kalender Untuk Sosialisasi Perpajakan</title><content type='html'>Setelah dapat kalender pajak (kalender meja dengan tanggal-tanggal berwarna biru untuk menunjukkan tanggal-tanggal penting terkait perpajakan)... ternyata memang sangat bermanfaat untuk selalu ingat dan memperhatikan hari-hari penting sehubungan dengan kewajiban perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang pajak itu mungkin sudah menjadi "sego jangan" artinya udah hapal, tetapi bagi masyarakat umum sepertinya perlu sekali, apalagi momennya pas sekali yaitu dimana semua orang sedang giat-giatnya mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengingatkan kewajiban lapor dan sebagainya dan untuk edukasi kepada masyarakat yang belum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;melek&lt;/span&gt; pajak, menurut hemat saya perlu "menempelkan" kalender pajak ini di kalender umum agar masyarakat "tergelitik" untuk mengetahui lebih jauh tentang pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yakin kalender akan selalu dilihat oleh hampir semua orang. Jadi kalau bisa "menginstruksikan" agar semua produsen kalender memasukkan kalender pajak (mencatumkan hari-hari penting terkait perpajakan) maka akan menambah keefektifan sosialisasi pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin mengetahui seperti apa kalender pajak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-7591245495513750736?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/7591245495513750736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=7591245495513750736' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/7591245495513750736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/7591245495513750736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2009/02/memanfaatkan-kalender-untuk-sosialisasi.html' title='Memanfaatkan Kalender Untuk Sosialisasi Perpajakan'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-7412262094712431765</id><published>2008-12-30T16:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T00:20:11.275-08:00</updated><title type='text'>Pengemis dan Global Warming - Ayo tanam biji buah-buahan!</title><content type='html'>Suatu saat empati saya sangat dalam pada pengemis. Sampai-sampai saya sampai pada kesimpulan tidak mungkin bisa membantu tuntas pengemis dengan hanya memberi koin atau lembaran tiap hari. Harus ada cara membantu mereka yang sifatnya "memberi kail" bukan "memberi ikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to my childhood. Bapak dulu adalah seorang kondektur bus dan dari sinilah saya banyak tahu tentang cerita-cerita seputar kehidupan jalanan. Banyak cerita beliau yang berkesan salah satunya tentang pengemis/orang yang pekerjaannya meminta-minta.  Ada diceritakan seorang pengemis yang kedua kakinya tiada. Suatu saat ada mobil menabraknya dan ternyata diketahui bahwa kedua kakinya patah. Ternyata selama ini dia menyembunyikan kakinya di lubang di bawah tempat duduknya. Ada juga suatu saat bapak cerita ada pengamen yang memelas dan tidak punya tempat tinggal. Sampai saya "kecil" punya usul agar keluarga kami mempersilahkan saja si pengamen itu tinggal bersama kami. Waktu itu bapak dan Ibu hanya tersenyum. Dan sekarang saya tahu arti senyuman itu. Hidup ternyata tidak gampang. Dan empat atau lima tahun lalu saya berkesimpulan bahwa ada sebagian pengemis yang bukan pengemis tetapi mengemis bagi mereka itu adalah pekerjaan atau mata pencaharian bukan keterpaksaan. Bahkan mereka punya organisasi dan dibagi dalam sift-sift untuk setiap area dan sebagainya. Anda bisa baca di media atau observasi langsung untuk selebihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun dalam keempatian saya waktu itu, saya punya ide bagaimana jika pengemis itu menanam biji-bijian saja. Apa yang mendasari munculnya ide ini adalah koneksitas hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1. Saat saya membeli buah-buahan hampir selalu ada biji yang harus saya buang. Kalau saya amati biji buangan saya itu seringkali tumbuh.&lt;br /&gt;2. Orang yang menjual tanaman/bunga di tepi jalan. Dan sekarang ini marak sekali. Seringkali kita membaca pameran tanaman hias atau flora dan fauna.&lt;br /&gt;3. Seringkali saya membuang botol/gelas aqua dan kaleng serta yang sejenis begitu saja tanpa ada manfaatnya.&lt;br /&gt;4. Seringkali juga ada pengemis yang memunguti botol/gelas aqua dan sejenisnya di tempat sampah di mana biji yang saya buang tadi bisa jadi ada di tempat sampah yang sama. Pemulung mungkin lebih tepatnya.&lt;br /&gt;5. Penghijauan/Reboisasi. Dan saat ini global warming menjadi fokus dunia dan betapa saat ini pepohonan banyak ditebangi, Illegal Logging, banjir, dan lain-lain.&lt;br /&gt;6. Jadi saya berpikir mungkin sangat GAMPANG, MURAH dan BERGUNA jika pengemis menanam biji buah-buahan dan mungkin bisa dia JUAL di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak efektif dan efisien jika semuanya tersedia:&lt;br /&gt;1. Biji tinggal mungut di tempat sampah.&lt;br /&gt;2. Media tanam yaitu tanah dan kompos bisa juga dia hasilkan dari tempat sampah yang sama.&lt;br /&gt;3. Tempat menanam misalnya plastik, botol bekas, kaleng, bekas, aqua gelas bekas, dan yang sejenis tersedia juga di tempat sampah yang sama.&lt;br /&gt;4. Pemasaran? tinggal ditaruh dipinggir jalan mungkin akan ada yang membeli atau disumbangkan ke negara, pemda, atau entitas sejenis untuk penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya yakin waktu itu, hal ini dapat menjadi solusi alternatif sumber penghasilan dia selain mengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait hal ini, saya bertanya-tanya mengapa tanaman yang digunakan untuk penghijauan di taman kota adalah tanaman non buah. Mungkin alasannya agar akarnya tidak merusak, bahaya jika terjadi angin dan hujan, daya serap oksigen dan lain-lain. Padahal kata teman-teman yang pernah ke luar negeri, di taman kota itu ada juga buah apelnya meskipun dilarang keras untuk mengambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak ditanam saja buah-buahan di pinggir jalan seperti asem jawa (untuk bumbu sayur asem atau permen asem), belimbing wuluh, kelapa, mangga, anggur (jika pengin keteduhan, toh sama-sama tanaman yang merambat), uni (rujak uni, ingat?), pace (untuk pace cap, obat yang berguna), rumput gajah (instead of alang-alang), serai, ubi jalar (daunnya juga indah dari pada rumput-rumput hias), dan lain-lain.... yang bisa dimanfaatkan dengan cara dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada usul buah-buahan lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-7412262094712431765?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/7412262094712431765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=7412262094712431765' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/7412262094712431765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/7412262094712431765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/12/menanam-biji-buah-buahan.html' title='Pengemis dan Global Warming - Ayo tanam biji buah-buahan!'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1361096101681599315</id><published>2008-12-29T19:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T00:21:51.807-08:00</updated><title type='text'>Cara Menghilangkan Bau Pesing di Kamar Mandi</title><content type='html'>&lt;div&gt;Suatu saat aku ngobrol dengan Bapak tentang banyak hal. Biasanya memang kami selalu mengobrol "gayeng" jika bertemu dan topik-topik yang kita obrolkan bermacam-macam tapi garis besarnya kalau aku resapi adalah seputar bagaimana hidup itu efektif, fungsional, dan berkah.&lt;br /&gt;Secara teknis kadang-kadang kita sampai pada kesimpulan berupa tindakan yang tidak lagi berpaku pada tampilannya tapi fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh berikut ini adalah tentang petuah dan kebiasaan yang telah di"riset", diwariskan dan berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat kami merasa terganggu dengan bau pesing yang ada di banyak tempat seperti toilet umum, kamar mandi kami sendiri, musholla atau masjid, sekolahan, terminal, pasar dan lain-lain. Kata Bapak, ternyata menghilangkannya mudah sekali (meskipun ini bersifat preventif). Jadi setiap kita habis buang air kecil tolong disiram bagian yang kira-kira terciprat air kencing kita. Hal ini sangat diharuskan terutama bagi yang suka kencing berdiri. Jadi menurut beliau, bau pesing justru bersumber dari dinding di sekitar tempat jatuhnya kencing, bukan dari lubang WC tempat kita kencing. Padahal kebanyakan kita akan selalu menyiram lubang WC tempat jatuhnya kencing dan kurang memperhatikan cipratan air kencing kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk uji coba silahkan gunakan cairan berwarna dan bikin tiruan jatuhnya air kencing misal air tersebut kita masukkan dalam plastik kamudian plastiknya kita lubangi ujungnya. Kemudian kita pencet plastiknya sampai airnya mancur seperti air kencing. Tandai letak jatuhnya pancuran air. Dan dikanan-kiri jatuhnya air pancuran tadi letakkan kertas putih atau yang sejenis. Niscaya akan kelihatan cipratannya. Anda bisa memajumundurkan kertas untuk mengukur jauhnya cipratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ dapat diduga bahwa jika kita hanya menyiram tetap dilokasi jatuhnya air pancuran (yang sudah kita tandai tadi) tanpa menyiram cipratannya maka bau pesing tetap akan ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini kemudian saya praktekkan dan ternyata benar. Saya bisa menghilangkan bau pesing di kos-kosan saya dulu di berbagai kamar mandi lain. Kemudian salah satu temen kos saya mencontoh juga dan dia mengakui memang ternyata bisa hilang bau pesing dengan menyiram cipratan kencing di tembok di sekitar jatuhnya air kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga sangat berguna bagi muslim terutama untuk menjaga kesucian celana/sarung/kaki bagian bawah saat kencing. Apalagi jika menggunakan toilet laki-laki berdiri yang menempel di tembok. Amat riskan nyiprat di celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat setuju dengan beberapa toilet/kamar mandi di beberapa masjid yang lantai tempat jatuhnya kencing jauh lebih rendah dengan tempat kita berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1361096101681599315?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1361096101681599315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1361096101681599315' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1361096101681599315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1361096101681599315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/12/cara-menghilangkan-bau-pesing-di-kamar.html' title='Cara Menghilangkan Bau Pesing di Kamar Mandi'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-5916636063497666032</id><published>2008-12-23T17:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T18:06:57.688-08:00</updated><title type='text'>Public Transportation Art</title><content type='html'>Public Transportation Art adalah suatu istilah yang saya usulkan untuk menggambarkan keindahan di dunia angkutan umum atau jalanan. Kebetulan saya penikmat angkutan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya naik kendaraan umum sebagai penumpang, tentu saja saya mempunyai banyak waktu untuk melihat sekeliling dibandingkan dengan sopir atau kenek yang harus berkonsentrasi dalam mengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang saya lihat di jalanan yang kalo diresapi adalah suatu keindahan. Suatu seni yang simple tapi tetap indah. Ada teman punya motto yang bagus dalam gtalk message-nya. Complicated is beautiful, simple is useful. But, the Public Transport Art is beatiful in its simplicity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor kendaraan adalah salah satu yang menurut saya adalah berseni. Kadang-kadang saya temui nomor-nomor cantik dan kata orang ini dijualbelikan dengan harga yang tidak murah. Misalnya, B 1 NA (bina), B 10 LA (Biola), D 4 NI (dani) atau yang rada jorok BH 151 TT. Please, find more other unique number. Mungkin akan ada banyak nomor cantik karena di Jakarta huruf belakang angka sudah mencapai 3 (tiga) karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan dan/atau tulisan di bus atau bak truk - biasanya yang kayu- (paling banyak) adalah satu hal yang juga indah. Meskipun rasanya nilai seninya adalah "ndesani" karena mungkin dilukis atau ditulis oleh orang-orang yang tidak sekolah seni. Tapi itulah orisinalitasnya. Saya suka senyum sendiri dan kagum karena karakter Public Transport Art yang ini adalah sederhana, singkat dan menggambarkan artinya to the poin. Misalnya pernah saya lihat bagian belakang truk bergambar duri ikan dengan tulisan cappe deeeehhh.... Atau penutup becekan (karet atau plastik untuk penahan cipratan air/lumpur) bergambar gadis cantik seksi hanya pake BH (di roda belakang sebelah kiri) dan gambar seorang kakek menghadap gambar gadis tadi tua renta pake kaos oblong sedang berusaha mencopot celananya (di roda belakang truk sebelah kanan). Juga tulisan "PAH" di penutup becekan kiri dan tulisan "POH" di penutup becekan kanan. Juga tulisan-tulisan di body bak (kayu) truk seperti "Nang Ojo Ndodro", "Kutunggu Jandamu", "Jarang Pulang", "Doa Ibu", dan "Gajah Oling". Gajah Oling ini katanya adalah suatu perkumpulan gitu. But semua art itu adalah bagaikan iklan yang ces pleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di minibus biasanya art itu ada di kaca. Misalnya "Antar Nota Dalam Kota", "Ojo Lali" atau tulisan-tulisan dalam bahasa batak yang saya kurang paham artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali sampai tulisan ini saya buat belum satupun yang saya abadikan dalam foto. Will you...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah menurut saya yang disebut Public Transportation Art.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi suasana sosial di dalam angkutan itu sendiri. Pernahkah Anda memperhatikan apa yang ada di dalam angkutan umum di Indonesia? kalo di luar negeri angkutan umum ya angkutan umum. Kalo di Indonesia dalam angkutan umum selain sopir, kenek dan penumpang ada juga asongan, pengamen jalanan, pengemis, tukang sulap, pencopet, orang naik gak bayar. Bahkan di jalan tol atau jalan raya yang sedang macet kita di Indonesia ini bisa membeli apa yang kita pengin seperti air, susu kedele, minuman berenergi, cemilan, rokok, permen, mainan buat anak, dan lain-lain. Itulah asiknya di Indonesia. Service/jasa ada di manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-5916636063497666032?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/5916636063497666032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=5916636063497666032' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5916636063497666032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/5916636063497666032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/12/public-transportation-art.html' title='Public Transportation Art'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-2980731904143856256</id><published>2008-12-23T17:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T17:33:06.327-08:00</updated><title type='text'>Data Base KNKT</title><content type='html'>Pagi ini ada temen ngasih tau bahwa di Tomang ada kecelakaan. Sebuah truk terguling. Tepatnya di tengah-tengah simpangan dari arah Grogol masuk ke tol tangerang.&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ngelihat siaran di salah satu TV swasta tentang ulasan atau analisa kecelakaan bis di bogor yang masuk jurang menewaskan beberapa siswa dan guru sekolah yang sedang diangkutnya berikut sopir dan keneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat beberapa waktu sebelumnya memang banyak sekali terjadi kecelakaan di Indonesia sehingga dibentuklah sebuah komisi dengan nama Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (&lt;em&gt;KNKT&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang sudah dibuat KNKT sudah lumayan banyak. Kita bisa googling dengan dengan kata kunci KNKT. Akan muncul berita bahwa KNKT sudah merilis hasil investigasinya terhadap kecelakaan-kecelakaan besar yang pernah terjadi di Indonesia misalnya Adam Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat ada baiknya jika KNKT menuangkannya dalam suatu Data Base Kecelakaan sehingga dapat dijadikan analisa oleh semua pihak tentang kecelakaan di Indonesia. Minimal untuk kepentingan studi. Bahkan menurut saya tidak hanya data dari KNKT, tapi data kecelakaan kecil-kecil bisa juga dilaporkan oleh pihak-pihak lain misalnya polisi, jasamarga, bahkan masyarakat. Tentunya melalui suatu channel pelaporan yang resmi, misalnya melalui website resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan bagus kiranya masyarakat mengetahui data/trend seputar kecelakaan yang terjadi di Indonesia misalnya tentang Lokasi, Jenis Kendaraan/Moda Angkutan, Kondisi Pengemudi, Jam terjadinya kecelakaan, Jumlah Korban, Respon/tindakan Pasca Kecelakaan muinimal untuk analisa/studi untuk perbaikan transportasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin penting hal ini untuk perusahaan asuransi, perusahaan angkutan, dan masyarakat secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-2980731904143856256?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/2980731904143856256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=2980731904143856256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2980731904143856256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2980731904143856256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/12/data-base-knkt.html' title='Data Base KNKT'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1887981566882527477</id><published>2008-12-10T23:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T23:37:58.043-08:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Alang-alang (akarnya)</title><content type='html'>Jalan setapak menuju ke rumah ditumbuhi alang-alang. Padahal akan ada acara arisan dan banyak temen-temen datang ke rumah.&lt;br /&gt;Jadinya penginnya dan harusnya bersih-bersih termasuk membabat alang-alang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu setiap aku ke pusat belanja kaya Carefour, Giant, Hero, Naga dan lain-lain sering aku lihat di tempat sayuran seikat akar alang-alang. Harganya kurang lebih Rp 1000-2000 an. Aku terkesan dengan dijualnya akar alang-alang itu. Kok, ... apa ada yang beli ya... mengingat alang-alang itu gampang sekali kita temui di sekitar kita. Sampailah pada pertanyaan "apa sih gunanya? yang jelas untuk dikonsumsi (karena dijual di tempat sayuran). Mungkin untuk obat..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,... dua fakta itu menyatu kemarin pagi. Pas membabat alang-alang sebagian aku kumpulkan akarnya. Bagian akar yang persis seperti yang dijual di pusat-pusat belanja itu. Lalu aku berangkat ke kantor dan browsing... ternyata ada artikel bagus seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi bagus dari: http://www.scribd.com/doc/4807374/Sehat-dengan-Akar-Alangalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pandaisikek Cyber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sehat Dengan Akar Alang-alang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kontribusi oleh Webmaster&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alang-alang? Ya semua orang sudah mengenal tumbuhan merumput ini. Tapi soal khasiatnya? Belum semua tahu, bukan? Sebelum sampai pada khasiatnya, baiklah diuraikan secara singkat ikhwal tumbuhan yang biasa ditemukan liar di hutan, lapangan rumput, sisi jalan, dan lahan-lahan lain yang mendapat sinar matahari cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tumbuhan ini bagi banyak orang dikenal sebagai gulma, tumbuh merumput dengan tunas yang merayap di dalam tanah. Tingginya bisa mencapai 30 - 180 cm, mudah berkembang biak, mempunyai rimpang kaku yang tumbuh menjalar. Batangnya padat, bukunya atau ruasnya berambut jarang. Bunganya menguncup dengan panjang 6 - 30 cm, berwarna putih dan mempunyai biji-biji sangat kecil sekitar 1 mm dan berwarna coklat tua. Bunga atau bijinya berambut halus dan mudah diterbangkan angin. Tumbuhan itu dapat hidup pada ketinggian 1 - 2.700 meter di atas permukaan laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alang-alang ini mempunyai banyak nama, antara lain di Sumatera disebut laturui, naleueng (Aceh), jih (Gayo), lalang, alang-alang (Melayu), rih (Batak), oo (Nias), hilalang, alang (Minangkabau), lioh (Lampung). Jawa: alang-alang, langangan, kambengan (Jawa), eurih (Sunda), kabut alang (Madura). Kalimantan: tingen, halalang. Sulawesi: reja (Makassar), deya (Bugis), padanga (Gorontalo), padongo, padang (Sulawesi Utara). Nusa Tenggara: witsyu (Sumbawa), kii (Flores), ambenan (Buru), re (Sasak). Maluku: kuso (Ternate), ige (Halmahera), kusu-kusu (Tiodore). Papua: ruren, gombur, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urmamu, dan omasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khasiat alang-alang sangat banyak sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan, seperti: batu ginjal, infeksi ginjal, kencing batu, batu empedu, buang air kecil tidak lancar atau terus-menerus, air kemih mengandung darah, prostat, keputihan, batuk rejan, batuk darah, mimisan, pendarahan pada wanita, demam, campak, radang hati, hepatitis, tekanan darah tinggi, urat saraf melemah, asma, radang paruparu, jantung koroner, gangguan pencernaan, diare, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cara Mengolah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk mengatasi mimisan, gunakan 60 gram akar alang-alang segar dan 100 gram akar teratai direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengobati tekanan darah tinggi: 100 gram akar alang-alang, 15 gram meniran, dan 15 gram kunyit direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengatasi gangguan air kemih yang mengandung darah: 100 gram akar alang-alang dan 30 gram daun sendok direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 300 cc, saring dan airnya diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buang air kecil tidak lancar dapat diobati dengan 100 gram akar alang-alang dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan minum airnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Batu ginjal, ambil 60 gram akar alang-alang, 30 gram daun kejibeling, dan 30 gram rambut jagung direbus denan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan minum airnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Batu empedu, gunakan 100 gram akar alang-alang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan minum arinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Atasi asma dengan menggunakan 60 gram akar alang-alang dan 15 kuntum bunga kenop direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk gangguan prostat, gunakan 60 gram akar alang-alang, 30 gram sambiloto, dan 30 gram meniran direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kencing Batu, gunakan 100 gram akar alang-alang, 30 gram meniran, dan 30 gram daun kumis kucing direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengobati jantung koroner dengan menggunakan 100 gram akar alang-alang, 100 gram akar teratai, 25 gram jamur kuping hitam, 25 gram jamur hioko, dan 25 gram jamur putih kering dirbus dengan 800 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan arinya diminum. Catatan: Lakukan 2 kali sehari secara teratur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk penyakit yang berat/serius disarankan tetap konsultasi ke dokter. Sedang jamur kuping hitam, jamur putih kering, dan jamur hioko dapat dibeli di supermarket.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Prof Hembing Wijayakusuma Penulis adalah ahli pengobatan tradisional dan akupunktur, Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional &amp;amp; Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://pandaisikek.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Powered by Joomla!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dibuat pada: 16 August, 2008, 16:16&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1887981566882527477?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1887981566882527477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1887981566882527477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1887981566882527477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1887981566882527477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/12/memanfaatkan-alang-alang-akarnya.html' title='Memanfaatkan Alang-alang (akarnya)'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-6348821641700353648</id><published>2008-11-21T03:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T23:53:24.325-08:00</updated><title type='text'>Jamur Kodok ternyata bisa dikonsumsi</title><content type='html'>Suatu saat,... tiba-tiba ada tetanggaku (penduduk asli kampung dimana aku tinggal, Cimuning Bekasi) yang masuk ke pekaranganku. Ketika kami tanya ternyata dia lagi mencari Jamur Kodok karena biasanya awal musim hujan begini (Nopember) banyak tumbuh jamur itu. Akhirnya ibu itu menemukan banyak Jamur Kodok. Kami tanya bagaimana mengolahnya dan bagian mana yang dapat dimakan. Ibu itu menjawab bisa diolah dengan disayur, dioseng dan lain-lain. Bagian yang dapat dimakan adalah bagian dalam yang berwarna putih. Bagian luarnya (kulit) yang berwarna kuning rasanya pahit dan biasanya dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamur Kodok semula aku ketahui ketika aku baru pindah dan meneliti pekarangan. Dia adalah jamur berbentuk bulat pejal (tidak sperti payung). Mirip seperti jamur yang tumbuh di kayu yang sudah mati. Warnanya abu-abu coklat. Kalo dibelah melintang dapat dipisahkan antara warna kuning (kulit, bagian luar) dan putih (bagian dalam. inti). Akarnya kuning. Semula aku kira beracun dan tidak aku pedulikan. Tumbuhnya di sekitar batang pisang. Nama latinnya belum tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, Sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-6348821641700353648?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/6348821641700353648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=6348821641700353648' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6348821641700353648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/6348821641700353648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/11/jamur-kodok-ternyata-bisa-dikonsumsi.html' title='Jamur Kodok ternyata bisa dikonsumsi'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1374698185134705950</id><published>2008-10-28T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-02-01T23:24:12.013-08:00</updated><title type='text'>Solusi Mengatasi Sampah</title><content type='html'>my other idea...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sampah menjadi makin urgen seiring makin banyaknya manusia. Mulai dari baunya, polusinya, fisik sampah itu sendiri yang sebagiannya tidak mudah terurai sehingga menyumbat saluran dan mengakibatkan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya bertempat tinggal relatif dekat dengan suatu TPA. Masalah utama adalah bau yang kadangkala tercium sampai lokasi saya jika angin sedang mengarah ke lokasi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide saya adalah setelah melihat film Terminator 2 pada akhir cerita kita tahu bahwa manusia logam cair akhirnya kalah juga ketika tenggelam ke peleburan logam. Jadi dia memuai dan tidak bisa kembali ke bentuk semula. Selain itu juga salah satu film Indiana Jones, Indiana Jones and the Temple of Doom - kalau tidak salah judulnya, yang menceritakan kisah bahwa ada satu sekte pemuja magma. Jadi sesajinya orang dibelenggu dalam keranjang lalu dimasukkan ke magma (di perut bumi) dan setelah keranjang diangkat orangnya sudah hilang terbakar magma... (tapi kenapa keranjangnya tidak lebur, ya...? aneh...). Tapi intinya magma bisa melebur berbagai jenis material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika saya ingat pesan orang tua "Jadilah kamu seperti lautan, apapun yang masuk ke dalamnya pasti akan kembali kepinggir dan tidak ada yang dapat mencemarinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya membagi sampah menjadi 2 kategori yaitu organik dan anorganik.&lt;br /&gt;Bagaimana sekiranya menciptakan proses treatment sampah sehingga sampah itu tidak tersisa atau minim sisanya serta aman bagi manusia dan ekonomis. Ekonomis? perlu dikaji lagi nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah organik secara alami pasti dapat terurai kembali ke alam misal jadi kompos. Masalahnya adalah waktu terurainya ada yang cepat ada yang lambat. Minimbulkan bau dan masalah jika volumenya besar. Untuk ini saya kira samudra di dunia ini siap menampung sampah organik (dengan syarat kita sudah memisahkannya dengan benar). Mungkin malah dia tidak sempat ke pinggir lagi karena sudah terurai di laut. Ingat 2/3 dunia adalah air. jadi sebanyak-banyaknya sampah organik akan masih banyak air laut untuk menguraikannya. Kemudian jika dibuang ke laut tidak ada kekhawatiran air tanah (tawar) akan tercemar karena hujan itu terjadi akibat laut yang terpanasi oleh matahari sehingga uap air (tawar) naik menjadi mendung dan turun sebagai hujan. Pada saat pemanasan saya kira sampah organik tidak akan ikut uap air hujan. Dan juga bahwa air tawar itu posisinya lebih tinggi dari air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang anorganik perlu waktu sangat lama untuk terurai di alam. Jenis ini baiknya dilebur ulang seperti plastik, logam dan lain-lain menggunakan panas yang saya analogkan dengan peleburan logam. Ide saya adalah memanfaatkan kawah gunung berapi. Jadi masukkan saja sampah anorganik ke dalam kawah gunung berapi yang masih aktif yang notabene banyak sekali terdapat di Indonesia. Harapan saya sampah-sampah itu akan lebur di dalam kawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengangkat sampah-sampah itu ke kawah? Memakai helicopter? Ban berjalan? itu masalah teknis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1374698185134705950?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1374698185134705950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1374698185134705950' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1374698185134705950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1374698185134705950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/10/solusi-mengatasi-sampah.html' title='Solusi Mengatasi Sampah'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-8113319031913725207</id><published>2008-10-28T20:39:00.000-07:00</published><updated>2008-11-21T03:23:33.098-08:00</updated><title type='text'>Apakah Bumi Itu Memuai?</title><content type='html'>my other idea...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat SMA saya mengamati gunung di sekitar sekolah saya.&lt;br /&gt;Menurut saya saat hari cerah gunung itu sangat jelas sekali dan dekat sampai-sampai saya dapat mengidentifikasi bahwa di suatu area di gunung itu ada sesuatu sedang terbakar. Namun ketika cuaca sedang berkabut atau tidak cerah gunung itu kelihatannya jauh sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman menganggap saya aneh, karena memang sudah jelas perbedaan antara udara cerah dan berkabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun maksud saya bukan itu. Yang terpikir oleh saya adalah Apakah Bumi Itu Memuai (saat itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika logam dapat memuai jika kena panas, menurut saya bumi juga akan memuai jika sinar matahari (yang panas) menyinari bumi dengan hambatan yang minimal (saat udara cerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun memuai pertanyaannya adalah berapa besar pemuaiannya? apa pengaruhnya pada bumi itu sendiri dan makhluk yang ada di atasnya termasuk kita? Apakah planet lain juga memuai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Updated....&lt;br /&gt;Saya membaca Kompas hari Jumat 21 Nop 2008. Judul artikel yang kiranya terkait dengan tulisan ini adalah "Membaca Rahasia di Perut Bumi". Ternyata bumi itu tidak sama kerapatannya sehingga gravitasi bumi itu tidak merata. Ada anomali di beberapa tempat. Apakah bumi memuai...? Apakah berbedanya kerapatan bumi adalah akibat dari unsur dominan yang membentuk kerak bumi disuatu tempat tertentu...? Kalo unsur bereaksi dengan panas (memuai) berarti mungkin sinar matahari berpengaruh terhadap tingkat kerapatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dulu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-8113319031913725207?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/8113319031913725207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=8113319031913725207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/8113319031913725207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/8113319031913725207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/10/apakah-bumi-itu-memuai.html' title='Apakah Bumi Itu Memuai?'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-2898322672816767213</id><published>2008-10-28T20:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T20:42:24.299-07:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan Api Nonstop Kilang Minyak</title><content type='html'>my other idea...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah melihat api yang selalu keluar dari satu pipa disebuah kilang minyak?&lt;br /&gt;Jika diperhatikan api itu tidak pernah mati sampe gas/minyak yang ditambang habis.&lt;br /&gt;Dari mana minyak itu berasal itu perlu dicari keterangannya dari artikel lain.&lt;br /&gt;Yang terpikir oleh saya adalah amat sayang jika api itu terbuang begitu saja. Api itu dapat dimanfaatkan dan harus dimanfaatkan. Apalagi mengingat tingkat ketersediannya dapat dijamin dalam waktu yang lama dan gratis karena merupakan residu. Residu? Iya... tapi keterangannya belum saya dapatkan, hanya fakta bahwa api itu dibiarkan membara diujung pipa begitu saja. Coba Anda tengok apabila melewati daerah Indramayu ada beberapa corong api yang dari dulu selalu menyala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diambil dari api adalah panas dan cahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk panasnya ini saya jadi teringat hukum kekekalan energi. Intinya bahwa energi itu hanya berubah bentuk atau dapat diubah bentuknya. Misal panas, gerak, cahaya, dan lain-lain. CMIW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya ide bagaimana jika diatas api itu dipasang tungku air. Jadi ketika air panas dan menghasilkan uap maka dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan listrik atau penerangan bagi daerah sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide lainnya adalah untuk membakar sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sampai disini dulu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-2898322672816767213?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/2898322672816767213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=2898322672816767213' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2898322672816767213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/2898322672816767213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/10/memanfaatkan-api-nonstop-kilang-minyak.html' title='Memanfaatkan Api Nonstop Kilang Minyak'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-1798981221881369627</id><published>2008-05-12T20:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T22:58:34.148-07:00</updated><title type='text'>Bioetanol dari alga consist of 3 main components i.e. Alga, Ragi, Enzim Alfa  Amilase</title><content type='html'>Semula cari-cari jamur, sebab di belakang rumahku tumbuh jamur yang aneh, bentuknya bulat dst... dst... udah ketemu site yang bagus yaitu www.hiddenforest.co.nz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malah googling dan kesasar ke topik Bioetanol. Selidik punya selidik bioetanol bisa diproduksi skala rumahan. Website referensi buanyak, but only several of them give me simple and applicable information. Salah satunya adalah trubus online disana disebutkan begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Makhluk Mini Pengisi Tangki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh trubusid &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Senin, Maret 03, 2008 11:08:03&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keperluan bibit hanya 10%. Jika air 100 liter berarti 10 liter bibit.  Produsen hanya perlu bibit asal air bersih tanpa kontaminasi. Namun, jika air  kotor berikan vitamin. Enam hari kemudian, alga berbiak sehingga seluruh  bioreaktor terisi alga. Karena laju pertumbuhannya sangat cepat, maka pemanenan  pun bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hanya dalam 7-15 hari, mikroalga sudah  bisa dipanen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;&lt;b&gt;Ramah  lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Chlorella yang siap panen berubah warna dari hijau menjadi hijau kecokelatan.  Bandingkan dengan bahan baku biopremium lain yang membutuhkan waktu panen antara  9 bulan-3 tahun. Keuntungan lain? Panen bisa dilakukan berkali-kali dalam waktu  singkat. Jadi hasil akhirnya jauh lebih banyak. Untuk memanen, tinggal menyaring  dengan ukuran mesh 0,2 mikron. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alga itu lantas dievaporasi selama 5 menit untuk menguapkan air. Begitu  dingin, tambahkan ragi Sacharomyces cereviceae pemecah karbohidrat menjadi gula.  Selain itu tambahkan sedikit gandum sebagai pakan ragi. Fermentasi selam 3 hari  menghasilkan cairan mirip wine berkadar alkohol 5%. Pada cairan itu tambahkan  enzim alfa amilase untuk memecah glukosa menjadi alkohol. Hasilnya 20-30%  bioetanol. Selama pengolahan alga menjadi bioetanol, menghasilkan ampas berkadar  protein tinggi sebagai pakan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;..............&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi ada 3 komponen utama :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Alga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Ragi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Enzim alfa amilase&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alga? banyak jenisnya dan chlorella sp. bisa diternakkan? gimana ya caranya? bibitnya dari mana? beli di ITB, LIPI? apa gak ada yang dari alam.... (wong buat coba-coba aja sekalian belajar nature-nya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ragi? banyak dijual di toko kue.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enzim alfa amilase? ini nih yang menarik. Ternyata nyarinya di pasaran katanya susah. Nemu list di www.sigmaaldrich.com/catalog/search/TablePage/15844894.htm Katanya begini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amylase, alpha -&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Substrates&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;table class="leftMargin" style="border-bottom: 1px solid rgb(156, 156, 156); font-size: 90%; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="6" width="770"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr class="blackText" bgcolor="#007dc3"&gt;     &lt;td style="text-align: left;" nowrap="nowrap"&gt;     &lt;a href="javascript:submitRefinement('Sort','DISPLAY_PNO|1');"&gt;     &lt;div class="headertitle"&gt;       Product #&lt;/div&gt;     &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="text-align: left;" nowrap="nowrap"&gt;     &lt;a href="javascript:submitRefinement('Sort','Description|0');"&gt;     &lt;div class="headertitlebold"&gt;       Description       &lt;div class="sortDownTriangleSelected"&gt;         &lt;!-- --&gt;       &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);" valign="top"&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;     &lt;a href="http://www.sigmaaldrich.com/catalog/search/ProductDetail/SIGMA/N5885"&gt;     N5885&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;4-Nitrophenyl α-&lt;sc&gt;D&lt;/sc&gt;-maltoside     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr style="color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(238, 238, 238);" valign="top"&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;     &lt;a href="http://www.sigmaaldrich.com/catalog/search/ProductDetail/SIGMA/A4640"&gt;     A4640&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;Amylopectin Azure &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);" valign="top"&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;     &lt;a href="http://www.sigmaaldrich.com/catalog/search/ProductDetail/SIGMA/A3508"&gt;     A3508&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;Amylose–Remazol Brilliant Blue R     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr style="color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(238, 238, 238);" valign="top"&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;     &lt;a href="http://www.sigmaaldrich.com/catalog/search/ProductDetail/FLUKA/85641"&gt;     85641&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td onmouseover="hideEl()" align="left"&gt;Starch dyed with Remazol brilliant      blue R &lt;i&gt;BioChemika&lt;/i&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Itu juga harus nyari nama umumnya di Indonesia? but kayaknya di Apotik atau toko kimia ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Enzim alfa amilase ini ada tulisan dari http://www.indobiogen.or.id/terbitan/agrobio/abstrak/agrobio_vol3_no2_2000_Nurrichana.php begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;p  align="center" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Prospek dan Produksi Enzim Alfa-amilase dari Mikroorganisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Nur Richana)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Balai Penelitian Bioteknologi  Tanaman Pangan, Bogor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  align="center" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;ABSTRACT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote  style="font-family:arial;"&gt; &lt;p class="isiHead"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Prospects of Alfa-amylase Enzyme Production from  Microorganisms. Nur Richana.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Enzyme alfa-amylases is commonly used  in various food, beverage, and textile industries. Indonesia is still importing  these enzymes due to the lack of high yielding microorganism that produce these  enzyme and poor technology in enzyme production. Therefore, Research on  production of amylase enzymes by microorganisms is needed. The alfa-amylase  enzymes from &lt;em&gt;Bacillus&lt;/em&gt; spp. have been the subjects of many studies for  several years. The investigations were done to gain a better understanding on  production, regulation of synthesis, secretion, and properties of the enzymes.  The extracellular alfa-amylases produced by &lt;em&gt;Bacillus coagulans&lt;/em&gt; Ml I-10,  &lt;em&gt;B. stearothermophilus&lt;/em&gt; TIM 2, and &lt;em&gt;B. licheniformis&lt;/em&gt; TVII-6  strains have been isolated in the Research Institute for Food Crop  Biotechnology, Bogor. A scale up technique of alfa-amylases production to an  industrial level is needed. Knowledge on production, purification, and  characterization of extra cellular amylase enzymes from microorganisms are  reviewed in this paper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Key words:&lt;/u&gt; Production of alfa-amylase  enzymes, microorganisms, &lt;em&gt;Bacillus&lt;/em&gt; spp.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p class="isiHead"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Enzim adalah molekul biopoli-mer yang tersusun dari serangkaian  asam amino dalam kompo-sisi dan susunan rantai yang teratur dan tetap. Enzim  memegang peranan penting dalam berbagai reaksi di dalam sel. Sebagai protein,  enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi, antara  lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel. Amilase mempunyai kemampuan  untuk memecah molekul-molekul pati dan glikogen (Judoamidjojo et al, 1992).  Molekul pati yang merupakan polimer dari alfa-D-glikopiranosa akan dipecah oleh  enzim pada ikatan alfa-1,4- dan alfa-l,6-glikosida. Secara umum, amilase  dibedakan menjadi tiga berdasarkan hasil pemecahan dan letak ikatan yang  dipecah, yaitu alfa-amilase, beta-amilase, dan glukoamilase.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Enzim  alfa-amilase merupakan endoenzim yang memotong ikatan alfa-1,4 amilosa dan  amilopektin dengan cepat pada larutan pati kental yang telah mengalami  gelatinisasi. Proses ini juga dikenal dengan nama proses likuifikasi pati.  Produk akhir yang dihasilkan dari aktivitasnya adalah dekstrin beserta sejumlah  kecil glukosa dan maltosa (Prave et al., 1987). Menurut Fogarty (1983) dan  Whitaker (1972), alfa-amilase akan menghidro-lisis ikatan alfa-1-4 glikosida  pada polisakarida dengan hasil degradasi secara acak di bagian tengah atau  bagian dalam molekul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Enzim beta-amilase atau disebut juga  alfa-l,4-glukanmaltohidrolas E.C. 3.2.1.2. bekerja pada ikatan  alfa-1,4-glikosida dengan menginversi konfi-gurasi posisi atom C(l) atau C nomor  1 molekul glukosa dari alfa menjadi beta. Enzim ini memutus ikatan amilosa  maupun amilopektin dari luar molekul dan menghasilkan unit-unit maltosa dari  ujung nonpe-reduksi pada rantai polisakarida. Bila tiba pada ikatan alfa-1,6  glikosida aktivitas enzim ini akan berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Glukoamilase dikenal dengan nama  lain alfa-1,4- glukan glukohidro-lase atau EC 3.2.1.3. Enzim ini menghidrolisis  ikatan glukosida alfa-1,4, tetapi hasilnya beta-glukosa yang mempunyai  konfigurasi berlawanan dengan hasil hidrolisis oleh enzim a-amilase. Selain itu,  enzim ini dapat pula menghidrolisis ikatan glikosida alfa-1,6 dan alfa-1,3  tetapi dengan laju yang lebih lambat dibandingkan dengan hidrolisis ikatan  glikosida a-1,4 (Judoamidjojo et al., 1992).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt;&lt;p class="isiHead"&gt;Teknisnya gimana? trial and error dulu lah...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-1798981221881369627?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/1798981221881369627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=1798981221881369627' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1798981221881369627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/1798981221881369627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/05/bioetanol-dari-alga-consist-of-3-main.html' title='Bioetanol dari alga consist of 3 main components i.e. Alga, Ragi, Enzim Alfa  Amilase'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-4824170229804155239</id><published>2008-01-23T22:14:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T22:18:43.078-08:00</updated><title type='text'>JUST IN TIME SYSTEM (analog Jepang punya)</title><content type='html'>Setiap kita (bahkan semua makhluk) dapat diibaratkan sebuah alat yang mem-PROSES suatu INPUT menjadi OUTPUT.Output kita menjadi input bagi orang lain.Setiap kita menerima input maka akan selalu kita proses (baca: memberikan reaksi) dan menghasilkan suatu output.Tinggal kita pake ATURAN mana dalam memproses input sehingga dapat menghasilkan output yang berstandar dan berkualitas tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-4824170229804155239?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/4824170229804155239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=4824170229804155239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/4824170229804155239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/4824170229804155239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2008/01/just-in-time-system-analog-jepang-punya.html' title='JUST IN TIME SYSTEM (analog Jepang punya)'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5190461690925682216.post-531620891356537127</id><published>2007-11-12T13:02:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T12:00:58.226-08:00</updated><title type='text'>Let us think and share</title><content type='html'>ID: Kita mempunyai ide yang amat banyak tapi sayang kadang-kadang lewat begitu saja, sehingga terlupakan dan tidak sempat direalisasikan sehingga tidak tahu hasilnya. Sebaiknya kita ikat ide-ide itu dengan tulisan sehingga bisa dibaca kembali dan juga bisa dibagi kepada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EN: We have many ideas but sometime we just let them go, forgot them and we did not try them so we did not know the outcome of our ideas. Lets tie them and keep them in some place to be retrieved while we or somebody else need them.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5190461690925682216-531620891356537127?l=naturalhabit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://naturalhabit.blogspot.com/feeds/531620891356537127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5190461690925682216&amp;postID=531620891356537127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/531620891356537127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5190461690925682216/posts/default/531620891356537127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://naturalhabit.blogspot.com/2007/11/let-us-think-and-share.html' title='Let us think and share'/><author><name>denny eken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08092321715321963140</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
